Friday, March 7, 2014

akhir usia 17 -ku

tahun berganti, tapi bulan terus berulang dan begitupun tanggalnya
7 maret datang lagi
sebagian orang menyebut ini ulang tahun, padahal menurutku tanggal bulannya yang berulang, sedangkan tahunnya tidak! bagaimana tahun bisa berulang sedangkan detik saja satupun tak bisa mundur dan terulang...

Hari ini banyak hal kulalui

***
teman2 kos yang tiba2 masuk ke kamar dan membangunkanku yang tengah terlelap tidur, ditimpuk bedak bayi yang bikin bersin dan seakan ubanan, dengan sepotong cheese cake coklat yang sudah lama kuidamkan...
Thank you my sisters, buat cicih, bella, zahro, lily, agnes, dan mami tercinta :*
semoga kita semua bisa bareng2 jadi dokter ya :')



Sunday, February 23, 2014

Faktor Risiko dan Pencegahan Infeksi Saluran Kemih

Ngga terasa sudah masuk minggu ketiga modul Ginjal dan Cairan Tubuh. Nita pengen share sedikit tentang infeksi saluran kemih, semoga bermanfaat ya :)

1. PENDAHULUAN

Sistem urinaria terdiri atas sepasang organ ginjal dan saluran kemih yang bertugas dalam mengekskresikan urin keluar tubuh. Ginjal maupun saluran kemih dapat mengalami infeksi. Infeksi saluran kemih (ISK) dapat terjadi baik di saluran kemih atas maupun bawah. ISK atas seringkali berkaitan dengan pyelonefritis akut, prostatitis, abses intrarenal dan perinefrik. Sedangkan ISK bawah biasanya berhubungan dengan uretritis dan sistitis. Infeksi pada kedua tempat tersebut dapat terjadi secara bersamaan atau independen.1

Saturday, February 22, 2014

22 Februari

Entah mengapa aku tak pernah bisa lupa tanggal ini, nostalgia masa SMP yang sangat kurindukan!
Mungkin semua dokumentasi yang kupunya hari itu hilang terbawa HP sonyericsson K750i-ku yang raib di ARH, namun serpihan memori itu masih ada di serebrumku

Hari itulah pertama kalinya aku melihat pemandangan cantik luar biasa, ciptaan Allah ta'ala.


Bukan, itu bukan gambar asli yang kulihat 5 tahun lalu. Tapi kurang lebih tampak pelangi seperti itu, indah dan cantik. Jujur saja jarang sekali aku bisa melihat pelangi sebesar dan seindah itu. Proses dispersi cahaya masif yang alami ini pasti akan memikat siapapun yang melihatnya.
Subhanallah, izinkan aku melihat mahakaryamu ini lagi Ya Allah...

Ini notes FB ku yang cerita tentang hari itu :)
https://www.facebook.com/notes/dianita-s-saputri/22-februari/10150145504004766

Friday, February 14, 2014

Edema Kaki Ibu Hamil

1.         PENDAHULUAN
            Kondisi hamil menyebabkan berbagai perubahan struktur dan fisiologi tubuh seorang wanita. Perubahan ini merupakan bentuk adaptasi dengan adanya fetus yang terus tumbuh dan berkembang di dalam uterus. Perubahan terjadi di hampir seluruh sistem tubuh wanita hamil, termasuk sistem urinaria dan keseimbangan cairan dalam tubuh. Dalam perjalanannya, seorang wanita hamil dapat mengalami edema pada bagian-bagian tubuhnya, termasuk ekstremitas bawah seperti dalam kasus pemicu 2 kali ini. Adapun penyebab dari terjadinya edema tersebut dapat bersifat fisiologis maupun patologis.

Thursday, February 6, 2014

Histologi Ginjal dan Saluran Kemih

LTM pertama di modul Ginjal dan Cairan Tubuh
Semoga bermanfaat
Jangan lupa, PLAGIAT termasuk tindakan kriminal ya karena sama aja dengan mencuri...
Ada yang belum tahu apa itu plagiat? :) :)


1. PENDAHULUAN

Sistem urinaria merupakan sistem organ yang berperan utama dalam hal ekskresi. Sistem ini terdiri atas empat organ utama, yaitu: ginjal, ureter, vesika urinaria, dan uretra. Organ-organ tersebut disusun oleh jaringan-jaringan yang khas dan sesuai dengan fungsi masing-masing. Untuk dapat lebih memahami fungsi dan tugas dari sistem urinaria, penting untuk mengetahui struktur mikroskopik atau histologi dari organ penyusunnya yaitu ginjal dan saluran kemih.


Surat dari Calon Pasien

Lagi buka-buka facebook kakak kelas, tiba-tiba nemu tag notes yang sungguh menginspirasi dan bikin mbrebes mili... Ditulis oleh Adilah Ulfiati FKUB 2010

Surat dari Calon Pasienku
November 13, 2011 at 10:49pm


Terdiam dalam sunyi. Ku tatap tumpukan handout yang mau tidak mau harus kubaca malam ini.

‘Kenapa baru malam ini?!’, tanya hati kecilku sedikit marah. ‘Ya mau gimana?! Agh! Jangan Protes terus!’, jawab hati ku ntah dari sisi yang mana.

Ramai.. dan hatiku berperang..

Otakku kelu. Hanya sanggup menatap dari jauh percakapan sengit hati-hati ku.



Dan…, sebuah benda asing bernama penyesalan mampir mengetuk pintu hatiku, penyesalan dengan spesies memilih jurusan..

‘Buat apa dia datang?’

Fiuh… Ya.., tak lain dan tak bukan adalah memancing amarah tuk keluar dari tempat semedinya. Namun, otakku yang sedari tadi kelu, bangkit bak disambar petir dengan gaya otoritasnya, memerintah tangan membuka sesuatu yang tersentuh oleh mata.



Surat

Lembar sebuah surat

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….



Selamat pagi calon dokterku :) Mengapa pagi ini engkau terlihat lesu? (bagaimana jika aku memanggilmu caldokku? Tidak keberatan kan? :))



Hm..aku dengar pelajarannya berat ya? Dan banyak juga ya? Dan apa lagi ya? :D

Maafkan aku caldokku, karena engkau harus belajar keras demi aku :(.. calon pasienmu..



Tapi

wahai calon dokterku…

Tahukah engkau..

Menjadi dokter adalah pilihan yang hebat..

Karena ia begitu mulia dan sangat berharga dimataku..

Segala talenta terpatri dalam jiwanya

Mulai dari konumikasinya yang menghangatkan jiwa,

Keahlian seorang detektif dalam diagnosanya,

Jiwa seorang guru yang memberi pengertian pada pasiennya,

Kemampuan persuasifnya..

Kesabaran, kegigihan, keuletan, dan tanggungjawab yang diembannya…

Sifat rela berkorbannya, keikhlasannya.. dan masih banyak lagi yang tak bisa ku sebutkan..



Terima kasih calon dokterku, karena saat ini, engkau belajar, memahami, mencerna dan mencari segala sesuatu di kedokteran hanya untukku.. calon pasienmu..

Waktumu dalam belajar, berorganisasi membentuk karakter, berlatih mengasah skill, engkau lakukan demi aku kelak, calon pasienmu..

Tenagamu engkau sumbangkan, lelahmu dalam belajar selalu berusaha engkau tekan, kantukmu engkau lawan..

Dan semua engkau lakukan hanya untuk memberikan yang terbaik bagiku.. pasienmu kelak..

Sungguh caldokku, aku tidak tahu harus membalas apa.. sungguh mulianya dirimu… dan ku yakin engkau akan berkata ‘tidak, tidak usah dibalas, dan saya hanya manusia biasa, Sang Pencipta yang berkuasa’ :)



Aku di sini selalu berharap engkaulah yang dipilih Sang Pencipta untuk merawatku kelak, layaknya seperti manusia, ketika aku sakit, ketika aku membutuhkan semangat untuk hidup, dan ketika aku butuh akan perhatian..



Maka dari itu, tersenyumlah.. Aku senang melihatmu tersenyum..:) karena dengan senyummu saja sakit yang kurasa bisa sirna :D



Calon dokterku,

Sudah terlalu banyak dokter yang tidak mengerti tugasnya, melupakan hatinya, dan tidak mengakui bahwa betapa mulianya ia..

Dan karena itu lah aku selalu menunggumu karena aku percaya kelak engkau tidak seperti mereka

Dan karena aku percaya engkau adalah seorang dokter yang berbeda..

Seorang dokter yang akan menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati

Seorang dokter yang selalu berusaha sekuat tenaga demi keceriaan pasiennya meski Yang Maha Kuasa menggariskan sesuatu yang bernama takdir padanya.



Aku ingin segera memanggilmu dokter. Dan bukan caldok lagi. Bukankah engkau juga ingin segera mendengarnya? :) Namun, aku mengerti pelajaran itu tidaklah semudah yang mereka bayangkan, maka berjuanglah caldokku.. aku.. calon pasien pertamamu.. akan selalu menantimu..



Aku akan terus memohon kepada Yang Kuasa agar dapat bertemu denganmu dan mewujudkan impianku untuk menyapamu ‘dokter…’ di ruang praktekmu, pagi itu… :)



Ttd.

Calon Pasien Pertamamu- Ibu yang selalu merindukanmu :)



………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Semangat Kolegaku! Banyak orang yang telah menunggu kita sebagai dokter yang profesional.

Jangan menyerah! Mari berjuang bersama dan saling mengingatkan.

Setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Hanya saja kita butuh kesabaran untuk mencapainya.

“Jika matahari ibarat kesulitan dan hujan ibarat kesuksesan maka kita butuh keduanya untuk melihat pelangi”

Semangat!

Monday, February 3, 2014

Semester Baru

Belum puas rasanya seminggu di rumah buat libur semester ini, tapi memang sudah waktunya untuk beranjak dari dunia rumah ke dunia kos! 3 Februari 2014 akan jadi awal dari semester 4-ku di FKUI. Sekian modul dan matkul sudah menanti... Bismillah, modul pertama: Ginjal dan Cairan Tubuh. Diiringi sama KKD dan empati 2, semoga kita bersahabat ya, Dul! :)

Friday, January 31, 2014

Hujan di Malam Imlek

Terimakasih sudah mengabulkan doaku sore ini, terimakasih sudah mengembalikan senyumku yang sekian lama hilang... Namun, saat senyum itu ada, percaya diriku hilang, sirna, lenyap semua yang ku pikirkan saat bertemu dengannya... Tak satupun kata yang mampu terucap!

Langit seperti tahu suasana hatiku, ia tumpahkan air hujan begitu deras di kota ini, menambah kesyahduan sore yang semendung pikiranku. Sudah lama aku merasakan 'mendung' ini, mendung yang menyelimuti hatiku sejak dua tahun lalu, sejak perpisahan yang cukup mengagetkan itu.

Entah mengapa aku merasa ada yang lain dari diriku, ada yang berbeda dari sebelum kejadian itu terjadi. Mungkin dari luar aku masih terlihat sama, tapi aku sendiri merasakan ada nyawa yang hilang. Ada sesuatu yang menguap dari tubuhku ini. Ya, keceriaan, tawa lepas yang dulu selalu tercipta karena ulahmu! Itulah hal yang hilang. Aku tak pernah lagi merasakannya setelah pertemuan terakhir kita dua tahun yang lalu, tepatnya saat aku mengundangmu menghadiri pernikahan kakak perempuanku, Ellen.

Hari itu sekaligus merupakan hari terakhirku ada di kota ini sebelum pergi ke ibukota, menempuh ilmu di sana. Kau datang dengan kemeja kotak-kotak yang aku hafal sekali motifnya. Kau juga masih mengendarai motor merahmu dan berhelm hitam yang sudah kau kenakan sejak kita pertama kenal saat masih sekolah dulu. Ah, sungguh rupawan kau Fred! Kaulah sahabat baik yang sudah membuat banyak perubahan di hidupku. Tak hanya perubahan, kau itu warna! Ya, kau selalu menjadikan hidupku diwarnai pelangi indah yang tak pernah pudar. Kau buatku tertawa karena ulahmu! Sungguh Fred, hanya kau yang bisa buatku tertawa! Tertawa sampai nangis nggak kuat menahan sakit perut! Tertawa lepas hingga hatiku memang benar-benar tertawa. Ah, rindu sekali aku pada tawa itu...  Tawa yang cuma kau yang bisa membuatnya. Sudah setahun  ini tawa itu hilang, Fred. Entah, terbawa olehmu. Tawa itu seolah terkubur oleh perpisahan yang entah pahit atau manis atau apa itu rasanya.

Di hari bahagia Ellen, kau datang memenuhi undangan keluargaku. Mereka memintaku mengundang teman-teman dekatku. Pasti kuundang kau, Fred! Karena kau adalah teman dekat bagiku –setidaknya bagiku. Kau datang dengan santai dan ramah seperti biasa, tak tahu bahwa sedang ada tabuhan keras dalam jantungku saat kau masuk dan menyapaku. Ya, getar itu masih selalu ada. Ada untukmu, Fred, seorang yang dulu ku nantikan tapi masih sampai sekarang kurindukan. Fred, tahukah kau bahwa aku ini pemujamu sejak dulu? Tahukah kau bahwa aku tak pernah berhenti merindukanmu?

“Ve, kapan kamu nyusul kakakmu?”, pertanyaan sintingmu mulai terluncur padaku. Sudah tahu kalau baru aja lulus SMA, masa udah mikirin nikah... Seperti biasa, aku tertawa lalu menjawabmu.

“Sekolah dulu Fred, aku mau jadi insinyur dulu, bikin bangga ortu. Kalo udah nikah, rempong ngurusin badan eh maksudnya ngurusin suami, ntar ortu gimanaaa”

“Yah kan kupikir karena udah ada calon, jadi udah tau gitu mau kapan nyusulnya. Heheheh”, katamu cekikikan.

Aku terdiam tak membalas candaan itu, lantas tersenyum padamu. Mengisyaratkan aku tak ingin melanjutkan pembicaraan ini. Aku ingin bicara topik lain, bukan yang ini. Kau pun diam dari cekikikanmu. Mungkin sadar akan hal itu. Lalu kau mulai pembicaraan lain, pembicaraan yang justru membuat seakan gedung resepsi itu runtuh seketika menimpaku.

“Ve, dulu aku pernah suka sama kamu.”

Jlep, jantungku berhenti, sepersekian detik. Aku merasakannya! Sungguh. Mungkin karena terlalu kaget mendengar enam kata tajam “dulu aku pernah suka sama kamu” darimu. Seperti ada guntur yang menyambar dan saking dahsyatnya membuat runtuh tembok pertahananku. Aku tak percaya, Fred! Siapa yang bisa menebak kalau wajah bercandamu itu sedang berbicara serius. Setelah mengumpulkan tenaga aku menjawab sekenanya,

“Hahaha, ini lelucon paling cumel, Fred!”

“Beneran, Ve! Tapi nggak jadi waktu tahu kamu sudah jadian sama Bang Aldo”.

Ya Tuhan, jangan biarkan aku jatuh pingsan di depannya hanya karena terlalu kaget mendengar pengakuannya. Ia mengucapkan itu dengan tenang dan tak tahu apa yang kurasakan! Andai dia tahu, aku...

Runtuh, tak hanya guntur tapi kini gempa! Gempat dahsyat mengguncang hatiku. Aku berusaha untuk tetap kuat berdiri di atas dua kaki ini. Berusaha tetap tenang, walau tak bisa. Itulah yang membuatku menyebutnya sebagai perpisahan yang cukup mengagetkan. Dua tahun lalu Fred, masihkah kau ingat kata-katamu itu? Kata-kata yang sudah bisa membawa pergi semua senyumanku seiring pulangmu dari acara malam itu.

***

Malam ini, keluargaku memutuskan untuk makan malam di luar, mumpung aku di rumah, dan Ellen juga akan datang dengan suaminya nanti malam. Ayahku yang sudah dari jaman muda dulu ngefans banget sama sate Cak Ri, sudah pasti ingin makan di sana. Kami (aku dan mama dan juga Ellen dan suaminya) tak menolak jika malam ini menu makan kami adalah sate. Jadi kami meluncur ke Warung Sate Cak Ri, dan sayangnya kami kecewaaaa.... Tutup! Ah, nggak bisa hanya pulang tanpa makan, maka pindah ke opsi kedua, wisata kuliner dapur coklat yang menjajakan berbagai menu yang lebih variatif dibanding sate Cak Ri. Sesampainya di dapur coklat, di parkiran, aku seperti mengenal sebuah sepeda motor merah dan helm hitam keren. Ya, itu milikmu Fred, ngga salah lagi! Jadi, setelah dua tahun ngga ketemu, kita ketemu di sini? Perang, seketika hatiku menjadi medan perang yang beribu kuda berlari di atasnya hingga menimbulkan detak yang begitu hebat. Keringat dinginku bercucuran, entah mengapa aku tak mengerti. Tapi aku berusaha menguatkan diri dan masuk, entah berharap ada atau tak ada dirimu, itu tak pasti.

Sampai di dalam, benar saja, ada kau, Fred. Kau masih sama, masih setampan dulu. Kau bersama teman-teman SMAmu, yang lalu menggojlokmu habis-habisan! Kau dan aku bersitatap, entah berapa kilojoule energi kerinduan yang tiba-tiba menyetrumku.

“Ve, kok bisa kita kebetulan ketemu di sini”, katamu padaku.

Ini mungkin karena doaku di sore yang mendung tadi, Tuhan mengabulkannya. Seketika turun hujan deras saat aku mengamini doaku, doa agar aku dipertemukan denganmu Fred, setelah dua tahun aku tak pernah melihatmu..

Aku tak mampu berkata Fred, aku takut tiba-tiba gugup di hadapanmu. Aku takut tiba-tiba pipiku merah, aku takut kau mendengar degup jantungku! Aku memilih tak banyak berbicara denganmu, menjawabmu sekenanya, menyapa teman-temanmu yang sebagian kukenal itu. Aku lantas kembali duduk dengan keluargaku, berusaha meredam riuh genderang yang ditabuh di hatiku.


Maaf Fred, aku tak seramah dulu. Maafkan aku, kubilang aku tak sekuat kau, aku lemah! Aku kehilangan semua percaya diriku. Tapi percayalah... Melihat senyum menawanmu tadi sudah cukup mengembalikan semua senyum dan tawa yang hilang itu... Terimakasih Fred.

Terimakasih Tuhan...

Tuesday, January 21, 2014

Thanks

Saya merasa membohongi diri sendiri saat saya sudah beresolusi untuk rajin menulis blog tapi justru tak ada suaranya akhir-akhir ini... Saya sibuk sendiri, melupakan ladang yang harusnya bisa saya tanamkan kata-kata untuk membentuk hutan memori... Saya sibuk dengan semua pikiran saya, pikiran tentang hidup ini, tentang tugas riset yang tak kunjung usai, tentang tanggungjawab organisasi, tentang kampung yang saya rindukan... ya, saya masih di sini, masih di ibukota negara maritim yang daratannya kini ikut menjadi lautan gara-gara banjir. Saya belum pulang ke kampung halaman, di saat semua teman2 saya sudah menikmati bertemu keluarga yang dirindukan. Saat semua pikiran itu berebut mendapat tempat di kepala saya, saya merasa jatuh, justru tak bisa berbuat apa-apa. Saya lalu berharap akan ada angin semangat yang berhembus menerpa saya, agar bangkit semua asa yang selama ini jadi tiang penyangga hidup saya. Saya selalu ingin ada yang menggerakkan jemari saya lagi untuk menari di atas keyboard laptop tosca ini... Lalu saya tak sengaja membaca sepatah kata dari mmm... rekan [teman teman saya] saya,

"Saya rasa bila saya hanya berharap akan lahir semangat menggebu-gebu saya muncul, semangat itu tak akan lahir. Maka sekarang yang harus saya buktikan adalah bukti." -Rindu Pada Gebu, by Aditya Prahara-

Thanks

Verba Volant, Scripta Manent

pepatah yunani...

"Apa yang diucap akan lenyap menguap,
apa yang ditulis akan mengabadi"

Senja untuk Sebuah Perpisahan, Tuhan Maha Romantis, karya Azhar Nurun Ala

Thanks for inspiring me!