Showing posts with label Love and Life. Show all posts
Showing posts with label Love and Life. Show all posts

Thursday, February 6, 2014

Surat dari Calon Pasien

Lagi buka-buka facebook kakak kelas, tiba-tiba nemu tag notes yang sungguh menginspirasi dan bikin mbrebes mili... Ditulis oleh Adilah Ulfiati FKUB 2010

Surat dari Calon Pasienku
November 13, 2011 at 10:49pm


Terdiam dalam sunyi. Ku tatap tumpukan handout yang mau tidak mau harus kubaca malam ini.

‘Kenapa baru malam ini?!’, tanya hati kecilku sedikit marah. ‘Ya mau gimana?! Agh! Jangan Protes terus!’, jawab hati ku ntah dari sisi yang mana.

Ramai.. dan hatiku berperang..

Otakku kelu. Hanya sanggup menatap dari jauh percakapan sengit hati-hati ku.



Dan…, sebuah benda asing bernama penyesalan mampir mengetuk pintu hatiku, penyesalan dengan spesies memilih jurusan..

‘Buat apa dia datang?’

Fiuh… Ya.., tak lain dan tak bukan adalah memancing amarah tuk keluar dari tempat semedinya. Namun, otakku yang sedari tadi kelu, bangkit bak disambar petir dengan gaya otoritasnya, memerintah tangan membuka sesuatu yang tersentuh oleh mata.



Surat

Lembar sebuah surat

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….



Selamat pagi calon dokterku :) Mengapa pagi ini engkau terlihat lesu? (bagaimana jika aku memanggilmu caldokku? Tidak keberatan kan? :))



Hm..aku dengar pelajarannya berat ya? Dan banyak juga ya? Dan apa lagi ya? :D

Maafkan aku caldokku, karena engkau harus belajar keras demi aku :(.. calon pasienmu..



Tapi

wahai calon dokterku…

Tahukah engkau..

Menjadi dokter adalah pilihan yang hebat..

Karena ia begitu mulia dan sangat berharga dimataku..

Segala talenta terpatri dalam jiwanya

Mulai dari konumikasinya yang menghangatkan jiwa,

Keahlian seorang detektif dalam diagnosanya,

Jiwa seorang guru yang memberi pengertian pada pasiennya,

Kemampuan persuasifnya..

Kesabaran, kegigihan, keuletan, dan tanggungjawab yang diembannya…

Sifat rela berkorbannya, keikhlasannya.. dan masih banyak lagi yang tak bisa ku sebutkan..



Terima kasih calon dokterku, karena saat ini, engkau belajar, memahami, mencerna dan mencari segala sesuatu di kedokteran hanya untukku.. calon pasienmu..

Waktumu dalam belajar, berorganisasi membentuk karakter, berlatih mengasah skill, engkau lakukan demi aku kelak, calon pasienmu..

Tenagamu engkau sumbangkan, lelahmu dalam belajar selalu berusaha engkau tekan, kantukmu engkau lawan..

Dan semua engkau lakukan hanya untuk memberikan yang terbaik bagiku.. pasienmu kelak..

Sungguh caldokku, aku tidak tahu harus membalas apa.. sungguh mulianya dirimu… dan ku yakin engkau akan berkata ‘tidak, tidak usah dibalas, dan saya hanya manusia biasa, Sang Pencipta yang berkuasa’ :)



Aku di sini selalu berharap engkaulah yang dipilih Sang Pencipta untuk merawatku kelak, layaknya seperti manusia, ketika aku sakit, ketika aku membutuhkan semangat untuk hidup, dan ketika aku butuh akan perhatian..



Maka dari itu, tersenyumlah.. Aku senang melihatmu tersenyum..:) karena dengan senyummu saja sakit yang kurasa bisa sirna :D



Calon dokterku,

Sudah terlalu banyak dokter yang tidak mengerti tugasnya, melupakan hatinya, dan tidak mengakui bahwa betapa mulianya ia..

Dan karena itu lah aku selalu menunggumu karena aku percaya kelak engkau tidak seperti mereka

Dan karena aku percaya engkau adalah seorang dokter yang berbeda..

Seorang dokter yang akan menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati

Seorang dokter yang selalu berusaha sekuat tenaga demi keceriaan pasiennya meski Yang Maha Kuasa menggariskan sesuatu yang bernama takdir padanya.



Aku ingin segera memanggilmu dokter. Dan bukan caldok lagi. Bukankah engkau juga ingin segera mendengarnya? :) Namun, aku mengerti pelajaran itu tidaklah semudah yang mereka bayangkan, maka berjuanglah caldokku.. aku.. calon pasien pertamamu.. akan selalu menantimu..



Aku akan terus memohon kepada Yang Kuasa agar dapat bertemu denganmu dan mewujudkan impianku untuk menyapamu ‘dokter…’ di ruang praktekmu, pagi itu… :)



Ttd.

Calon Pasien Pertamamu- Ibu yang selalu merindukanmu :)



………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Semangat Kolegaku! Banyak orang yang telah menunggu kita sebagai dokter yang profesional.

Jangan menyerah! Mari berjuang bersama dan saling mengingatkan.

Setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Hanya saja kita butuh kesabaran untuk mencapainya.

“Jika matahari ibarat kesulitan dan hujan ibarat kesuksesan maka kita butuh keduanya untuk melihat pelangi”

Semangat!

Tuesday, January 21, 2014

Thanks

Saya merasa membohongi diri sendiri saat saya sudah beresolusi untuk rajin menulis blog tapi justru tak ada suaranya akhir-akhir ini... Saya sibuk sendiri, melupakan ladang yang harusnya bisa saya tanamkan kata-kata untuk membentuk hutan memori... Saya sibuk dengan semua pikiran saya, pikiran tentang hidup ini, tentang tugas riset yang tak kunjung usai, tentang tanggungjawab organisasi, tentang kampung yang saya rindukan... ya, saya masih di sini, masih di ibukota negara maritim yang daratannya kini ikut menjadi lautan gara-gara banjir. Saya belum pulang ke kampung halaman, di saat semua teman2 saya sudah menikmati bertemu keluarga yang dirindukan. Saat semua pikiran itu berebut mendapat tempat di kepala saya, saya merasa jatuh, justru tak bisa berbuat apa-apa. Saya lalu berharap akan ada angin semangat yang berhembus menerpa saya, agar bangkit semua asa yang selama ini jadi tiang penyangga hidup saya. Saya selalu ingin ada yang menggerakkan jemari saya lagi untuk menari di atas keyboard laptop tosca ini... Lalu saya tak sengaja membaca sepatah kata dari mmm... rekan [teman teman saya] saya,

"Saya rasa bila saya hanya berharap akan lahir semangat menggebu-gebu saya muncul, semangat itu tak akan lahir. Maka sekarang yang harus saya buktikan adalah bukti." -Rindu Pada Gebu, by Aditya Prahara-

Thanks

Saturday, November 30, 2013

Kunsos FSI 2013

"Neng, situ sudah punya laki belum??"
"Belum Nek, saya kan masih sekolah. Nanti saja waktu sudah lulus :D"
"Oh, yaudah Nenek doain ya semoga Neng cepet dapet jodoh, jadi dokter yang baek..."
"Iya Amiiin Nek, makasii doanyaa... Semoga Nenek selalu sehat n bisa nimang cucu yaaa! :)"

Percakapan pagi itu cukup mengocok perut saya, ketika seorang nenek yang sudah sangat renta menanyakan hal tersebut kepada saya yang KTP saja belum punya. Saya hanya bisa mengamini dan berdoa dalam hati bahwa saya ingin hidup sampai tua seperti nenek tersebut biar bisa tau rasanya nimang cucu. Heheh

Hari ini mungkin akan menjadi hari yang tak terlupakan. Untuk pertama kalinya, saya menjadi pj acara sosial yang diadakan oleh organisasi saya di sebuah yayasan lansia di wilayah Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Bukan soal menjadi pj, melainkan pengalaman bertatap muka langsung dengan para lansia yang kehidupannya dibantu oleh orang-orang baik yang mendirikan Yayasan Lansia Pusaka 1 tersebut. Saya dan teman2 dari Departemen Kasum FSI FKUI mengadakan acara ini karena ingin berbagi kebahagiaan dengan nenek2 yang tergabung dalam yayasan tersebut. Di sana kami mengadakan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Penyuluhan mengenai pola hidup sehat lansia yang dibawakan oleh Bang Aslam Botilangih angkatan 2010 itu disambut ceria oleh para nenek. Bang Aslam yang juga mantan Kadept Kasum FSI menurut saya adalah orang yang sangat cocok memberikan penyuluhan kepaada para lansia di sana, karena beliau membawakannya dengan suasana yang lucu dan menggemaskan. Seusai acara penyuluhan yang juga diselingi dengan praktik senam antistroke, berlanjutlah acara ke pemeriksaan kesehatan. Ketika itu kami mendapat bantuan dari kakak-kakak senior yang superduper baik hatinya, mereka adalah koas atau mahasiswa klinik yang mau berpartisipasi dalam memeriksa nenek2 yayasan. Di sela waktu menunggu antrean untuk periksa inilah, saya mendapatkan kesempatan untuk bisa mengobrol dengan nenek2 di sana... Di sini saya belajar untuk memahami perasaan lansia yang memiliki liku-liku kehidupan masing-masing. Saya jadi teringat dan rindu kepada nenek saya yang meninggal sekitar 3 tahun yang lalu karena sakit. Saya jadi tahu bahwa masalah mereka semua selain dari fisik yang sudah tua adalah perasaan kesepian. Entah karena sudah tidak bersama pasangannya, atau karena anaknya sudah menikah dan pergi dengan keluarganya, atau karena anaknya bahkan sudah meniinggal, dan banyak lagi.

Saya mendapatkan pesan di sini, bahwa mereka adalah orang tua, orang tua yang harusnya disayang dan dihormati dan dirawat oleh anaknya. Sebagaimana tertulis di Al Qur'an Surat Al Ankabut ayat 8, mengenai kewajiban manusia untuk berbuat baik kepada orang tua. Bakti pada orang tua yang kita lakukan bahkan tak akan sanggup menandingi kebaikan dan cinta kasih mereka kepada kita. Karenanya, jangan sampai kita menyakiti hati orang tua kita
Sayangilah mereka, doakanlah mereka, karena doa yang diterima adalah doa anak sholeh bagi kedua orang tuanya
:)

Saturday, December 22, 2012

I Love You, Mom :*


Aku bukan orang yang pandai bersajak, aku cuma bisa menyanyikan lagu-lagu ini dengan suara yang sedikit false buat Mamaku yang lagi di Jember sana, yang tak letih membesarkanku selama ini, yang tak bosan mendukungku, yang tak lelah menyemangatiku, yang tak henti mendoakanku, yang tak pernah melupakanku di setiap sakit yang dideritanya, yang tak kalah terang sinarnya dari sang mentari, yang tak kalah sejuk tuturnya dari salju musim dingin, yang tak pudar jiwa berkorbannya untuk membelaku, anaknya yang ngga bisa menjumpainya hingga malam hari ibu ini usai...
Melihat tawamu, mendengar senandungmu, terlihat jelas di mataku warna-warna indahmu
Menatap langkahmu, meratapi kisah hidupmu, terlihat jelas bahwa hatimu anugrah terindah yang pernah kumiliki
Sifatmu nan slalu redakan ambisiku, tepikan khilafku dari bunga yang layu
Saat kau di sisiku kembali dunia ceria, tegaskan bahwa kamu anugrah terindah yang pernah kumiliki
Belai lembut kasihmu, sejuk tatap wajahmu, hangat peluk janjimu, anugrah terindah yang pernah kumiliki...

*Sheila On 7 - Anugrah Terindah

I LOVE YOU, MOM :*