Monday, March 7, 2016
Saturday, March 5, 2016
Tuberkulosis, Penyakit Mematikan yang Bisa Disembuhkan
Beberapa waktu lalu, saya sempat dikagetkan dengan kabar duka dari seorang sahabat yang saudara sepupunya meninggal dunia di usia belasan tahun karena sakit tuberkulosis. Penyakit infeksi yang bisa merenggut nyawa ini angka kejadiannya memang masih sangat tinggi di negara kita. Pada tahun 2013, Indonesia menduduki peringkat ke-4 angka kejadian TB terbanyak di dunia [update terbaru bisa jadi berbeda]. Apakah ini sebuah prestasi? Bisa dibilang begitu, karena berarti pendeteksian penyakit ini sudah cukup baik di negara kita, akan tetapi, patutkah kita berbangga akan prestasi tersebut? Berapa banyak orang yang terdiagnosis TB namun tidak mengikuti program pengobatan TB yang sudah terstandar dari pemerintah dan mengabaikannya sehingga tidak sembuh dan menjadi sumber penularan bagi orang lain? Menurut data Riskesdas 2013, hanya 44% dari penderita TB yang mengikuti program pengobatan dari pemerintah... Kemanakah sisanya? Mungkin ia duduk di samping kita saat kita naik angkot, atau nonton di bioskop? Mungkin ia adalah dosen kita yang sedang mengajar? Mungkin ia adalah teman sekamar kita di asrama? Bisa jadi, mengingat jumlahnya yang sangat tinggi di Indonesia. Banyak orang yang takut terkena penyakit TB, namun apakah kita harus sekhawatir itu?
Tuberkulosis adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan melalui udara, dari droplet nuclei penderita TB paru aktif yang sedang berbicara, bernyanyi, batuk, atau bersin yang terhirup ke dalam paru orang sehat. [karenanya penderita TB paru harus diedukasi untuk selalu menggunakan masker untuk mencegah penularan ke orang lain] Kuman TB dalam droplet nuclei ini akan mati apabila terkena sinar matahari dalam hitungan detik hingga menit, karenanya penting untuk setiap orang menjaga ventilasi dan pencahayaan tempat tinggal terutama apabila ada penderita TB yang tinggal bersama.
Meskipun masuknya kuman ini selalu melalui paru, namun ia dapat menyebabkan penyakit di berbagai organ tubuh selain paru, termasuk otak, selaput otak, kulit, tulang, ginjal, kelenjar getah bening, usus, dan bisa juga diseminata atau menyebar ke seluruh tubuh. TB selaput otak atau meningitis TB cukup sering ditemukan selain TB paru dan dapat menyebabkan kelainan saraf permanen. Hal yang perlu kita waspadai bersama adalah apabila seseorang menderita TB paru, karena ia dapat menularkan penyakit tersebut ke orang lain.
Penyakit ini dapat sembuh dengan pengobatan antibiotik, tapi perlu diketahui bahwa kuman TB ini sangat kuat dan mudah sekali menjadi resisten atau kebal terhadap antibiotik. Karenanya, dibuat program pengobatan TB yang terdiri atas beberapa jenis antibiotik yang sangat kuat dan tidak biasa. Pengobatannya pun sangat lama, minimal selama 6 bulan. Saat ini pengobatan TB bisa didapatkan gratis di Puskesmas, sehingga seharusnya, biaya tak lagi jadi masalah... Sebagian besar penderita TB sembuh dengan pengobatan lini pertama, sebagian kecil harus berlanjut ke lini kedua karena tidak merespons baik dengan pengobatan lini pertama, sebagian kecil juga dapat relaps atau kambuh, atau bahkan terinfeksi kembali.
Kapan kita curiga akan gejala TB? TB dapat menunjukan gejala yang mirip dengan penyakit lain, namun jika anda atau orang terdekat anda mengalami batuk lebih dari dua minggu [wajib 'ain untuk periksa], berdahak, rasa lemas, nyeri dada, sesak, keringat malam, penurunan berat badan, sebaiknya anda segera datang ke dokter untuk memeriksakan diri. Biasanya anda akan diminta untuk cek dahak, apakah terdapat kuman TB di dalamnya. Jangan takut untuk berobat, karena tanpa pengobatan TB bisa mematikan dan menular ke orang terdekat yang anda cintai...
Hal penting lain adalah, jika ada anak-anak yang mengalami kontak dengan penderita TB, HARUS segera diperiksakan juga apakah terinfeksi atau tidak, dan diberikan antibiotik profilaksis (pencegahan) agar tidak sampai sakit.
Apakah TB dapat dicegah? Jawabannya YA! Imunisasi BCG telah lama menjadi program pemerintah kita, diberikan pada bayi berumur 2-3 bulan agar merangsang pembentukan imunitas seluler terhadap kuman TB. Imunisasi BCG terbukti mencegah manifestasi buruk dari TB dan TB diseminata. Jadi jangan ragu lagi untuk memberikan imunisasi pada bayi-bayi yang baru lahir...
Lalu apakah kita khawatir? Tentu saja! Apakah kita ingin prestasi kancah dunia perihal TB turun? Pasti! Karenanya, mari kita bersama aware dan saling mendukung program pemberantasan TB.
Semoga bermanfaat
Tuberkulosis adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan melalui udara, dari droplet nuclei penderita TB paru aktif yang sedang berbicara, bernyanyi, batuk, atau bersin yang terhirup ke dalam paru orang sehat. [karenanya penderita TB paru harus diedukasi untuk selalu menggunakan masker untuk mencegah penularan ke orang lain] Kuman TB dalam droplet nuclei ini akan mati apabila terkena sinar matahari dalam hitungan detik hingga menit, karenanya penting untuk setiap orang menjaga ventilasi dan pencahayaan tempat tinggal terutama apabila ada penderita TB yang tinggal bersama.
Meskipun masuknya kuman ini selalu melalui paru, namun ia dapat menyebabkan penyakit di berbagai organ tubuh selain paru, termasuk otak, selaput otak, kulit, tulang, ginjal, kelenjar getah bening, usus, dan bisa juga diseminata atau menyebar ke seluruh tubuh. TB selaput otak atau meningitis TB cukup sering ditemukan selain TB paru dan dapat menyebabkan kelainan saraf permanen. Hal yang perlu kita waspadai bersama adalah apabila seseorang menderita TB paru, karena ia dapat menularkan penyakit tersebut ke orang lain.
Penyakit ini dapat sembuh dengan pengobatan antibiotik, tapi perlu diketahui bahwa kuman TB ini sangat kuat dan mudah sekali menjadi resisten atau kebal terhadap antibiotik. Karenanya, dibuat program pengobatan TB yang terdiri atas beberapa jenis antibiotik yang sangat kuat dan tidak biasa. Pengobatannya pun sangat lama, minimal selama 6 bulan. Saat ini pengobatan TB bisa didapatkan gratis di Puskesmas, sehingga seharusnya, biaya tak lagi jadi masalah... Sebagian besar penderita TB sembuh dengan pengobatan lini pertama, sebagian kecil harus berlanjut ke lini kedua karena tidak merespons baik dengan pengobatan lini pertama, sebagian kecil juga dapat relaps atau kambuh, atau bahkan terinfeksi kembali.
Kapan kita curiga akan gejala TB? TB dapat menunjukan gejala yang mirip dengan penyakit lain, namun jika anda atau orang terdekat anda mengalami batuk lebih dari dua minggu [wajib 'ain untuk periksa], berdahak, rasa lemas, nyeri dada, sesak, keringat malam, penurunan berat badan, sebaiknya anda segera datang ke dokter untuk memeriksakan diri. Biasanya anda akan diminta untuk cek dahak, apakah terdapat kuman TB di dalamnya. Jangan takut untuk berobat, karena tanpa pengobatan TB bisa mematikan dan menular ke orang terdekat yang anda cintai...
Hal penting lain adalah, jika ada anak-anak yang mengalami kontak dengan penderita TB, HARUS segera diperiksakan juga apakah terinfeksi atau tidak, dan diberikan antibiotik profilaksis (pencegahan) agar tidak sampai sakit.
Apakah TB dapat dicegah? Jawabannya YA! Imunisasi BCG telah lama menjadi program pemerintah kita, diberikan pada bayi berumur 2-3 bulan agar merangsang pembentukan imunitas seluler terhadap kuman TB. Imunisasi BCG terbukti mencegah manifestasi buruk dari TB dan TB diseminata. Jadi jangan ragu lagi untuk memberikan imunisasi pada bayi-bayi yang baru lahir...
Lalu apakah kita khawatir? Tentu saja! Apakah kita ingin prestasi kancah dunia perihal TB turun? Pasti! Karenanya, mari kita bersama aware dan saling mendukung program pemberantasan TB.
Semoga bermanfaat
Friday, March 4, 2016
Cerita koas part 2: Jaga Perdana
Semalam adalah jaga malam perdanaku. Aku mendapat tugas untuk berjaga di bagian Perinatologi RSCM, tempat bayi-bayi baru lahir yang perlu mendapat perawatan medis. Alhamdulillah aku tak sendiri, ada Kak Nay koas angkatan 2011 yang juga berjaga bersamaku, dan ada juga dokter ppds anak serta kakak-kakak perawat yang memang bertugas di perinatologi. Bisakah kau bayangkan, aku yang selama ini nggendong debay aja selalu salah kata mama, harus jaga perdana di Perinatologi. Untungnya ga perlu gendong debay di sini karena bayi-bayinya lagi dalam perawatan inkubator semua :'
Malam tadi ada dua operasi SC yang aku ikuti. Satu pasien ibunya CHF, dan satu lagi dengan plasenta previa yang sudah mengalami hemoragia antepartum. Untuk pertama sekaligus kedua kalinya dalam hidupku, aku melihat langsung proses kelahiran bayi manusia perabdominal yang orang kenal dengan operasi cesar. Di saat itulah seluruh bagian tubuhku merinding, melihat bagaimana perut ibu di iris dengan pisau bedah, lalu ditarik untuk diregangkan lebih lebar, lalu di obok obok rahimnya untuk menemukan bayi yang harus ditarik keluar.. Bisa dibayangkan berapa banyak darah yang keluar, dan rasa sakit yang ibu itu rasakan andaikata tidak diberikan anestesi. Satu ibu terpaksa harus dibius total sehingga ia tidak bisa mendengar tangisan pertama anaknya yang sudah dengan susah payah diperjuangkan oleh dokter ppds anak yang melakukan resusitasi. Satu ibu lagi sadar, namun kondisi bayinya sangat mengkhawatirkan, sebab hingga pagi ini ketika aku harus menyudahi jagaku karena ada jadwal kuliah, saturasi oksigen bayinya masih sangat rendah.. Aku hanya bisa berdoa semoga ibu, debay-debay itu, dokter, dan perawat yang bertugas semuanya diberi kekuatan menghadapi takdir yang akan terjadi, apapun itu pastilah yang terbaik..
Apa pelajaran yang kudapat malam ini?
Malam tadi ada dua operasi SC yang aku ikuti. Satu pasien ibunya CHF, dan satu lagi dengan plasenta previa yang sudah mengalami hemoragia antepartum. Untuk pertama sekaligus kedua kalinya dalam hidupku, aku melihat langsung proses kelahiran bayi manusia perabdominal yang orang kenal dengan operasi cesar. Di saat itulah seluruh bagian tubuhku merinding, melihat bagaimana perut ibu di iris dengan pisau bedah, lalu ditarik untuk diregangkan lebih lebar, lalu di obok obok rahimnya untuk menemukan bayi yang harus ditarik keluar.. Bisa dibayangkan berapa banyak darah yang keluar, dan rasa sakit yang ibu itu rasakan andaikata tidak diberikan anestesi. Satu ibu terpaksa harus dibius total sehingga ia tidak bisa mendengar tangisan pertama anaknya yang sudah dengan susah payah diperjuangkan oleh dokter ppds anak yang melakukan resusitasi. Satu ibu lagi sadar, namun kondisi bayinya sangat mengkhawatirkan, sebab hingga pagi ini ketika aku harus menyudahi jagaku karena ada jadwal kuliah, saturasi oksigen bayinya masih sangat rendah.. Aku hanya bisa berdoa semoga ibu, debay-debay itu, dokter, dan perawat yang bertugas semuanya diberi kekuatan menghadapi takdir yang akan terjadi, apapun itu pastilah yang terbaik..
Apa pelajaran yang kudapat malam ini?
- Bahwa proses melahirkan adalah sebuah perjuangan besar dari seorang ibu.. Entah itu pervaginam maupun perabdominal, duaduanya sakit, susah, dan harus kehilangan darah.. Jadi bagaimanapun kondisi ibu kita, jangan sekali kali menyakiti hatinya, karena buat keluar dari rahimnya dulu kita sudah sangat menyakiti fisik beliau...dan malah beliau merasa bahagia hatinya disakiti oleh keluarnya kita...
- Bahwa para tenaga kesehatan, sejahat apapun segalak apapun secapek apapun mereka, mereka adalah orang yang sangat baik hati karena merelakan waktu istirahatnya mengurus istri dan anak orang lain...
- Bahwa aku harus minum kopi setelah jaga karena segimananya aku mencoba fokus mendengarkan kuliah jam 7 pagi aku masih saja mengalami 'penurunan kesadaran' Untung ngga diusir dosen..
Ya sekian ceritaku hari ini.. Nantikan cerita selanjutnya ya :)
Monday, February 22, 2016
Cerita koas part 1: Awal stase anak
Menjadi koas menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagiku. Apalagi, dengan kurikulum baru di FKUI, yang mengharuskan koas tahun pertama menjalani rotasi di stase mayor. Di tahun 2016 secara berturut-turut aku akan menjalani stase klinik di Anak, Obsgyn, IPD, dan Bedah. Yang paling membuatku khawatir adalah jika aku harus bertemu pasien dan aku tak mengerti apa yang harus kulakukan. Aku takut jika ada pasien yang bertanya sementara aku masih belum memiliki pengetahuan tentang itu. Aku takut, bertemu pasien end stage atau pasien meninggal yang tentu membuat luka dalam bagi keluarganya. Dan ternyata, kekhawatiran itu juga dialami oleh sebagian teman-temanku seangkatan yang sama-sama baru masuk klinik...
Wahai kamu para koas, apakah kamu juga memiliki kekhawatiran yang sama?
Saturday, February 6, 2016
pseudo-Graduation ^^
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas izin-Nya hari ini aku dapat menjalani wisuda program sarjana kedokteran di Universitas Indonesia. Perjalanan ini tak akan bisa kutempuh sendiri, melainkan dengan dukungan orang-orang terdekat yang membantuku melalui berbagai rintangan hidup preklinik.
Ini bukanlah akhir melainkan awal dari kehidupan yang sebenarnya. 3,5 tahun masa studi preklinikku di FKUI yang sangat seru terpaksa harus kuakhiri sekarang. Masa preklinikku adalah hari-hari yang diwarnai oleh kesibukan kuliah, praktikum, latihan keterampilan klinis, membuat LTM dan slide presentasi, ujian sumatif dua sampai tiga minggu sekali, ujian praktikum, dan OSCE keterampilan klinis. Tak lupa juga ada kesibukan riset dari menyusun proposal sampai sidang skripsi.
Masa preklinik adalah ketika setiap hari bertemu teman satu angkatan, untuk kuliah dalam ruang yang sama, untuk rapat angkatan membahas Baksos, Dekan Cup, Liga Medika, dan Baksos lagi... Masa preklinik adalah ketika mencari uang untuk acara angkatan atau organisasi melalui berjualan makanan, membuka tenda tensi di Gelora Bung Karno, dan berbagai usaha danus lainnya.
Setelah ini, mungkin kehidupan akan sedikit berbeda... Tak ada lagi pleno LTM, melainkan presentasi kasus. Tak ada lagi latihan keterampilan klinis melainkan memeriksa pasien betulan. Tak ada lagi ujian sumatif, namun ada ujian pasien lisan yang diuji oleh dua konsulen sekaligus..
Ada beban yang kian besar di pundak ini saat beralih status menjadi mahasiswa klinik. Masih banyak yang harus ditingkatkan, di antaranya isi otak perihal ilmu preklinik yang seringkali menguap setelah sumatif, keterampilan komunikasi dan empati kepada pasien, ketahanan dan kekebalan tubuh karena makin banyak waktu terpapar biological hazard di rumah sakit, dan tentunya kesiapan mental menghadapi rintangan hidup klinik yang sedikit berbeda...
Bismillah,
Semangat FKUI 2012 menempuh hidup koas :)
![]() |
| My beloved brother n Mom.. Papa ngga datang kali ini, dengan santainya bilang selamat pake CUK pas dapet kabar anaknya cumlaude :') Love you Pa :* |
| Mas Nanda ^^ |
![]() |
| Mama, Dek Levi n Om Sugeng :) |
![]() |
| Girls" anak kosan yang tiap hari bertemu, bercerita, makan bareng, bobo bareng, berangkat kuliah bareng :D |
| Gamabeta, keluarga pertama saat rantau.. Makasi ya sudah ngeroyok adik kecil yang ngelamak ini :* |
![]() |
| Titi, dan Bella calon insinyur harapan bangsa, sahabat pas sekolah yang merelakan diri jauh jauh ke Jakarta mampir ke wisuda :* |
![]() |
| Kafetaria ^^ |
Tuesday, November 10, 2015
FCP 4 Ilmu Penyakit Dalam RS Kanker Dharmais
Kata kanker, bagi sebagian orang terdengar begitu horor dan menakutkan. Seringkali pasien yang sudah terdiagnosis dengan kanker, memiliki prognosis yang buruk, sebagian besar karena terlambatnya kanker tersebut dideteksi sehingga baru terdiagnosis saat stadiumnya sudah lanjut.
Di rumah sakit ini kami dipertemukan dengan pasien-pasien rawat yang sedang menjalanin pemeriksaan karena terduga kanker, sedang menunggu jadwal operasi, sedang menanti jadwal kemoterapi, maupun radioterapi untuk kanker yang tengah dideritanya....
Di rumah sakit ini kami dipertemukan dengan pasien-pasien rawat yang sedang menjalanin pemeriksaan karena terduga kanker, sedang menunggu jadwal operasi, sedang menanti jadwal kemoterapi, maupun radioterapi untuk kanker yang tengah dideritanya....
Friday, November 6, 2015
FCP 3 Ilmu Kesehatan Mata RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo
Mata, sepasang organ kecil di kepala kita ini ternyata perannya tak sekecil ukuran anatomisnya. Dengan mata kita melihat, dengannya juga kita bisa belajar dan menangkap berbagai stimulus di dunia ini. Sejujurnya, belajar soal mata cukup menarik bagiku. Aku sudah menyukainya sejak pelajaran Panca Indera saat SD dan semakin tertarik karena dalam fisiologinya, penglihatan kita memakai konsep fisika yang kusuka yaitu fisika optik! Sungguh alat optik yang paling keren yang pernah kutau adalah mata!
Monday, November 2, 2015
FCP 2 Pulmonologi RSP Persahabatan
Setelah empat hari yang penuh dengan tetes air mata melihat pasien mungil tanpa dosa yang menanggung berbagai penyakit berat di Departemen Anak RSCM, empat hari berikutnya kami belajar di Departemen Pulmonologi di RS Paru Persahatan. Mendengar namanya, terasa sedikit merinding, karena sudah sering kami dengar dari senior tentang begitu infeksiusnya rumah sakit ini.
Friday, October 30, 2015
FCP 1 Ilmu Kesehatan Anak RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo
Empat hari pertama yang melelahkan, tapi juga mengasyikkan. Aku dan teman-teman kelompok 13 mendapatkan rotasi pertama FCP di Departemen Anak RSCM
Monday, October 12, 2015
FCP oh FCP
Hai, sudah lama aku tak mengisi lembaran blog ini dengan celotehan tulisanku. Setelah selesai modul elektif nonklinik Infeksi Nosokomial yang penuh dengan makalah itu, sekarang aku sedang menjalani modul FCP atau Foundation of Clinical Practice. Modul ini ditujukan untuk mengenalkan kita para mahasiswa calon koas pada kehidupan klinik, termasuk orientasi rumah sakit mitra FKUI, cara cara clinical reasoning sampai dengan patient safety yang menjadi tanggung jawab kita sebagai tenaga kesehatan. Di modul inilah untuk pertama kalinya dalam hidupku memakai jas sneli putih yang rasanya berat sekali itu. Tak hanya berat di pundak saat membawanya dalam ransel tapi jas ini juga berat di tanggungjawab saat mengenakannya berkeliling rumah sakit. Modul ini diawali dengan kuliah-kuliah orientasi rumah sakit, patient safety, dan review tentang anamnesis dan pemeriksaan fisis yang merupakan senjata utama dokter dalam melakukan diagnosis suatu penyakit. Setelah itu ada rotasi yang dilakukan perkelompok ke 4 departemen yang telah ditentukan untuk belajar bagaimana mempraktikan anamnesis dan pemeriksaan fisis ke pasien sesungguhnya, tidak lagi OP seperti pada latihan KKD/skill lab. Aku dan 12 orang di kelompokku akan mendapat rotasi di Departemen Anak RSCM, Departemen Pulmo RSUP Persahabatan, Departemen Mata RSCM, dan Departemen IPD RS Dharmais. Bismillah semoga lancar dan bisa mendapat ilmu yang berguna ya teman-teman
Good luck!!!
Good luck!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)











