Alhamdulillah, setelah melalui berbagai suka dan duka, tangis dan tawa, kerajinan dan kemalasan, pengerjaan dan keterbengkalaian, akhirnya skripsiku selesai diuji dalam sidang tugas akhir yang berlangsung selama 25 menit dengan beberapa revisi di dalamnya :')
Sudah lama, keberadaannya dalam list prioritas selalu menempati urutan terakhir. Entah kesibukan akademis seperti tugas dan ujian yang bertubi-tubi, atau kesibukan nonakademis seperti organisasi dan kebutuhan refreshing yang selalu menjadikan skripsi sebagai hal terakhir untuk dipikirkan.
Ya, begitulah faktanya. Proposal penelitian yang sejak tingkat dua sudah disetujui untuk dilaksanakan baru dapat diselesaikan laporannya di tingkat empat.
Mungkin dr. Trevino sebagai pembimbingku sudah sampai bosan melihatku dan ketiga temanku: Nana, Bella, Cicih, yang sudah hampir dua tahun tak kunjung menyelesaikan laporan skripsinya. Hingga di tingkat empat, kami yang mulai rajin untuk berkonsultasi perihal laporan skripsi iseng bertanya kepada beliau:
"Dok, sekarang sedang mbimbing berapa mahasiswa?", tanyaku
"Empat...", jawabnya.
"Empat orang atau empat kelompok Dok?", tanya Bella.
"Tinggal empat anak nakal.. Hahaha", jawab beliau sembari tertawa lepas.
Begitulah dr. Trev menyebut kami, aku dan tiga teman seperjuanganku dalam riset skripsi. Yap, kita ini empat anak rantau yang memang sangat merasa ingin pulang saat liburan dan bukannya malah segera menyelesaikan skripsinya malah menunda dan sibuk dengan kesibukan masing-masing. Apalagi di tingkat tiga, di mana angkatan kami punya dua proyek besar. Aku dan tiga temanku terlibat dalam kesibukan angkatan. Nana dan Bella menjadi coreteam Liga Medika 2015, sementara aku dan Cicih menjadi coreteam dalam Bakti Sosial Angkatan di tahun yang sama.
Ada kalanya kami ingat harus mengerjakan laporan skripsi, tapi di saat kami ingat ujian sumatif ada di depan mata, entah H-berapa tapi yang jelas kami akan bilang: "Nanti abis suma deh nyicilnya, sekarang fokus belajar suma dulu". Namanya mahasiswa yang ujian tiga minggu sekali, postsummative syndrome sudah pasti menyerang kami, merasa sudah bebas dan ingin beristirahat sejenak dari kehidupan akademis dengan cara pelampiasan masing-masing (bukan dengan mengerjakan skripsi tentunya). Jadilah skripsi itu tak juga kami kerjakan walaupun suma sudah usai. Baru kami ingat lagi untuk mengerjakan saat beberapa minggu setelahnya dimana itu juga menjelang sumatif, dan berulanglah siklus yang sama :D





