Thursday, October 11, 2012

Teori Kedatangan Agama Islam di Indonesia


Setelah Rasulullah SAW wafat pada tahun 632 Masehi, penyebaran agama Islam tidak berhenti begitu saja. Islam dipimpin oleh para khalifah dan mulai disebarkan lebih luas lagi. Pengaruh Islam telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, Spanyol, dan Afrika Utara pada abad ke-8. Pada masa dinasti Ummayahlah pengaruh agama Islam mulai berkembang hingga di nusantara. 1
Proses masuknya Islam ke Indonesia memunculkan beberapa teori yang masih diperdebatkan. Oleh karenanya kita perlu meluruskan apa makna masuk di sini sebenarnya. Masuk bisa jadi dalam arti sentuhan, ada hubungan dan ada pemukiman Muslim. Selain itu bisa jadi dalam arti sudah berkembang adanya komunitas masyarakat Islam. Atau bisa jadi masuk dalam arti sudah berdiri negara atau kerajaan Islam. 2
Proses masuknya agama Islam di Indonesia berlangsung secara evolusioner, lambat laun, dan sangat beragam. 3 Oleh para sejarahwan, teori kedatangan agama Islam dibagi menjadi:

Teori Mekah
Teori Mekah menyatakan Islam masuk di Indonesia dengan dibawa langsung dari Mekah atau  Arab sekitar abad ke-7, pada masa Kerajaan Sriwijaya yang menganut agama Hindu-Budha. Teori ini dikemukakan oleh H. Abdul Karim Amrullah atau Hamka, seorang ulama dan sastrawan Indonesia, pada tahun 1958 di Yogyakarta.  Hamka menolak anggapan sarjana Barat yang mengemukakan bahwa Islam di Indonesia dibawa bukan oleh orang-orang Arab sehingga cenderung memojokkan Islam. Argumentasi dari Hamka merujuk pada sumber lokal dan sumber Arab. Menurut beliau, motivasi kedatangan bangsa Arab bukanlah untuk motif ekonomi melainkan semangat utama untuk menyiarkan agama Islam. Pandangan ini hampir sama dengan Teori Sufi yang diungkapkan oleh A.H. Johus yang menyatakan bahwa islamisasi di Indonesia dilakukan oleh para musafir (pengembara) yang mengembara dari satu tempat ke tempat lain untuk mendirikan suatu kumpulan atau perguruan tarekat. 3 Bukti-bukti yang mendukung teori Mekah ini adalah sebuah batu nisan berhuruf Arab milik wanita Muslim bernama Fathimah binti Maemun di Sumatra Utara. Bukti lain adalah munculnya nama kampung Arab dan tradisi Arab di lingkungan masyarakat yang banyak mengenalkan Islam. Selain itu menurut al Mas’udi pada tahun 916 telah berjumpa dengan Komunitas Arab dari Oman, Hidramaut, Basrah, dan Bahrein untuk menyebarkan agama Islam di lingkungannya, Sumatra, Jawa, dan Malaka. 2

Teori Gujarat
Teori ini menyatakan Islam dibawa ke Indonesia bukan oleh orang Arab melainkan oleh pedagang dari Gujarat, India pada abad ke-13. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh J. Pijnapel dari Universitas Leiden pada abad ke 19 dan dipopulerkan oleh dr. Snouck Hurgronje. Teori ini lantas dikembangkan oleh J.P. Moquetta (1912) yang berargumen bahwa batu nisan Sultan Malik Al-Saleh di Pasai dan makam Sultan Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Jawa Timur memiliki kemiripan dengan nisan yang terdapat di Kambay, Gujarat, India. Alasan lain dari dinyatakannya teori ini adalah adanya kesamaan mahzab syafe’i yang dianut masyarakat muslim di Gujarat dan Indonesia yang sebenarnya juga dianut oleh muslim Iran. 3

Teori Persia
Teori ini mengatakan Islam datang dari Persia atau Parsi (sekarang Iran). Teori ini dikemukakan oleh Husein Jayadiningrat, sejarahwan dari Banten. Husein menilai banyak kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Parsi dan Indonesia yang dapat dijadikan suatu bukti bahwa Islam dibawa oleh orang-orang Persia ke Indonesia. 3 Tradisi tersebut antara lain:
  • Merayakan 10 Muharram atau Asyuro sebagai haru suci kaum Syiah atas kematian cucu Nabi, Husein bi Ali. Di Sumatra Barat, dirayakan dalam tradisi tabut.
  • Ajaran Wihdatul Wujud oleh Syekh Siti Jenar dari Jawa Tengah yang memiliki banyak kesamaan dengan ajaran sufi Al Hallaj dari Persia. Keduanya dihukum mati, karena ajaran yang dibawa tersebut dianggap sesat, tidak sesuai dengan tauhid agama Islam dan membahayakan stabilitas politik dan sosial.
  • Ditemukannya seni kalihrafi pahat pada batu nisan yang dipakai di kuburan Islam awal di Indonesia dan mahzab syafe’i yang juga banyak dianut oleh muslim Iran.
Teori Cina
Teori ini menyatakan bahwa kedatangan Islam khususnya  di Jawa dibawa oleh para perantau dari Cina. Menurut sejumlah sumber lokal, raja Islam pertama di Jawa, Raden Patah dari Bintoro Demak merupakan keturunan Cina. Bukti-bukti yang mendukung teori ini adalah arsitektur Cina pada masjid tua di beberapa tempat di Pulau Jawa yang didirikan oleh komunitas Cina. Sedangkan menurut catatan Cina, pelabuhan penting seperti misalnya Gresik, sepanjang abad ke-15 diduduki pertama oleh para pelaut dan pedagang Cina. 3
Karena masih banyak kelemahan dari masing-masing teori tersebut, belum dipastikan satupun mana yang benar. Azyumardi Azra berkata, “Sesungguhnya kedatangan Islam ke Indonesia datang Dalam kompleksitas; artinya tidak berasal dari satu tempat, peran kelompok tunggal, dan tidak dalam waktu yang bersamaan. 3

Rujukan
  1. Proses Masuknya Islam Ke Indonesia. Tersedia dari : http://cerita-indonesian.blogspot.com/2012/07/sejarah-masuknya-agama-islam-ke.htm diakses pada Selasa, 18 September 2012 pukul 18.30
  2. Proses Masuknya Islam Di Indonesia (Nusantara) Tersedia dari : http://sejawawan.wordpress.com/2008/01/21/proses-masuknya-islam-di-indonesia-nusantara/ diakses pada Selasa, 18 September 2012 pukul 18.30
  3. Triyono Suwito, Wawan Darmawan. Teori Masuknya Islam Ke Indonesia. Tersedia dari : http://ssbelajar.blogspot.com/2012/05/teori-masuknya-islam-ke-indonesia.htm diakses pada Selasa, 18 September 2012 pukul 18.30

No comments:

Post a Comment