Sore itu ada seorang Bapak yang datang ke Poliklinik RS dengan keluhan sakit perut dan diare sejak dua hari. Dengan tidak mengesampingkan masalah di gastrointestinalnya, saya melihat tekanan darah bapak tersebut yang di atas normal. Sang Bapak pun mengaku bahwa beliau memang punya "darah tinggi" dan sering mengukur tekanan darahnya di rumah. Beliau bilang bahwa sehari-hari tensinya bisa mencapai 170-180 an, namun beliau tidak merasakan keluhan apapun sehingga tidak rutin mengonsumsi obat walaupun sudah pernah dianjurkan oleh dokter untuk minum antihipertensi. Beliau hanya minum obatnya saat hendak makan yang berlemak-lemak saja atau merasa pegal-pegal di leher dan sakit kepala.
Fenomena pasien hipertensi yang melakukan "self medication" seperti Bapak tersebut cukup banyak saya temukan. Pasien hipertensi pun seringkali menanyakan apakah obat antihipertensi harus diminum seumur hidup? Apakah darah tinggi bisa disembuhkan? Apakah jika obat tersebut dikonsumsi jangka panjang kelak akan berakibat buruk bagi ginjal? Anggapan bahwa obat-obatan dapat merusak ginjal dalam waktu lama sudah meluas di masyarakat dan menjadikan para penderita hipertensi enggan untuk mengonsumsi obat karena khawatir ginjalnya rusak.
Bapak, Ibu, dan pembaca sekalian, kali ini saya akan mencoba memberikan sebuah penjelasan mengenai apa itu hipertensi dan berbagai hal menarik di baliknya. Semoga bermanfaat.
Tuesday, September 10, 2019
Sunday, June 30, 2019
Kanker Serviks dan Pentingnya Vaksin HPV
Bulan Syawal nih biasanya ramai dengan undangan pernikahan. Nah, para manten baru atau calon-calon manten di luar sana, sudah pada vaksin HPV belum? Sebenernya apa sih pentingnya vaksin HPV? Apa hubungannya sama kanker serviks ya? Check this out!
Pertama kita bahas dulu soal kanker serviks yang ga bosen bosen jadi salah satu anggota tim penyebab kematian tertinggi pada wanita. Kanker serviks itu penyakit tumor ganas yang menyerang leher rahim, that's why dia ga bisa mematikan pria cz cuma wanita yang punya rahim. Nah, penyakit ini rupanya berkaitan erat dengan infeksi virus papiloma atau HPV -Human Papilloma Virus- tipe high risk.
Virus? Infeksi? Menular dong? Ya! Absolutely! HPV ditularkan melalui kontak, dan masuk ke dalam salah satu STD -sexually transmitted disease- alias IMS -infeksi menular seksual-.
Ada lebih dari 100 tipe HPV, 15 di antaranya disebut sebagai high risk karena bersifat onkogenik alias menyebabkan kanker. HPV tipe 16 dan 18 adalah anggota high risk yang paling umum, dan diperkirakan menyebabkan 70% kasus. Sisanya yang tipe low risk, bisa menyebabkan penyakit kutil kelamin (Kondiloma Akuminata) atau bahkan tidak bergejala. Perlu diingat bahwa kanker itu multifaktorial ya, jadi dari infeksi HPV sampai terjadi kanker juga dipengaruhi oleh tubuh manusianya, baik dari gen maupun kekebalan tubuhnya.(1)
Terus kalo kena kanker serviks pasti karena ketularan virus papiloma ga? Hmm, tidak juga, ada penelitian yang menemukan HPV-negative cervical cancer walaupun persentasenya kecil dan masih ada keraguan soal terjadinya negatif palsu. Dan lagi-lagi kanker itu multifaktorial ya, tapi intinya, sebagian besar kanker serviks ini disebabkan oleh infeksi HPV high risk yang ditularkan salah satunya oleh berhubungan seksual.
Gimana dong pencegahannya? Sama halnya dengan mencegah IMS atau STD lain yaitu dengan
![]() |
| Sumber gambar: https://www.abacare.com/blog/wp-content/uploads/2019/01/featured-image.png |
Pertama kita bahas dulu soal kanker serviks yang ga bosen bosen jadi salah satu anggota tim penyebab kematian tertinggi pada wanita. Kanker serviks itu penyakit tumor ganas yang menyerang leher rahim, that's why dia ga bisa mematikan pria cz cuma wanita yang punya rahim. Nah, penyakit ini rupanya berkaitan erat dengan infeksi virus papiloma atau HPV -Human Papilloma Virus- tipe high risk.
Virus? Infeksi? Menular dong? Ya! Absolutely! HPV ditularkan melalui kontak, dan masuk ke dalam salah satu STD -sexually transmitted disease- alias IMS -infeksi menular seksual-.
Ada lebih dari 100 tipe HPV, 15 di antaranya disebut sebagai high risk karena bersifat onkogenik alias menyebabkan kanker. HPV tipe 16 dan 18 adalah anggota high risk yang paling umum, dan diperkirakan menyebabkan 70% kasus. Sisanya yang tipe low risk, bisa menyebabkan penyakit kutil kelamin (Kondiloma Akuminata) atau bahkan tidak bergejala. Perlu diingat bahwa kanker itu multifaktorial ya, jadi dari infeksi HPV sampai terjadi kanker juga dipengaruhi oleh tubuh manusianya, baik dari gen maupun kekebalan tubuhnya.(1)
Terus kalo kena kanker serviks pasti karena ketularan virus papiloma ga? Hmm, tidak juga, ada penelitian yang menemukan HPV-negative cervical cancer walaupun persentasenya kecil dan masih ada keraguan soal terjadinya negatif palsu. Dan lagi-lagi kanker itu multifaktorial ya, tapi intinya, sebagian besar kanker serviks ini disebabkan oleh infeksi HPV high risk yang ditularkan salah satunya oleh berhubungan seksual.
Gimana dong pencegahannya? Sama halnya dengan mencegah IMS atau STD lain yaitu dengan
- berhubungan seks secara aman, maksudnya adalah partnernya satu aja ga usah ganti-ganti apalagi jajan sembarangan, jangan ya... pastikan juga calon pasangan kamu ga suka jajan.
- menggunakan kondom yang dapat mencegah terjadinya kontak langsung dan menurunkan kemungkinan penularan STD
- spesial buat infeksi HPV kita punya VAKSIN lohh, bisa dikasi mulai usia anak-anak. WHO merekomendasikan pemberian vaksin HPV pada remaja wanita usia 9-14 tahun. Intinya waktu pemberian yang tepat adalah sebelum seorang wanita menjadi sexually active. Ada beberapa tipe vaksin HPV berdasarkan proteksinya, yaitu vaksin bivalent (protektif untuk HPV tipe 16 dan 18), quadrivalent (protektif untuk tipe 6/11/16/18) dan nonavalent (protektif untuk HPV tipe yang lebih banyak: 6/11/16/18/31/33/45/52/58) Tapi kalo kayak kita uda keburu gede n belum vaksin gimane? Vaksin ini tetap bisa memberikan proteksi atau pencegahan tapi perlu diingat ia tidak bisa mengobati infeksi yang sudah terjadi.(2)
- Bagi semua wanita di atas 30 tahun atau yang sudah sexually active, disarankan juga untuk rutin melakukan skrining kanker serviks dengan pemeriksaan IVA atau papsmear, mengingat banyaknya kasus kanker serviks yang terdiagnosis pada stadium lanjut alias terlambat.
Nah sekian pembahasan singkat soal Kanker Serviks dan Vaksin HPV. Jaman sekarang nyari vaksin ngga susah, datang ke RS atau laboratorium swasta juga kadang punya. Bukankah mencegah lebih baik dari mengobati? Semoga bermanfaat yah :)
PS: kalo aku bikin sharing kek gini lagi, topik apa gaes enaknya?
Referensi
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2405852117300575
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4967374/
https://www.who.int/immunization/sage/meetings/2016/october/04_Clinical_trials_of_HPV_vaccines.pdf?ua=1
Thursday, May 23, 2019
Devide et Impera
Hai Bung!
Iya kamu yang rame2 di Jakarta
Yang bikin rusuh sana sini
Yang bikin sibuk Pak Polisi dan TNI
Hai Sis!
Iya kamu yang sempat berpikir bahwa
Kerusuhan ini didalangi oleh nol dua
Atau oleh nol satu biar membalikkan fakta
Kawanku,
Untukmu yang demo
dan yang resah karena demo
Ingatkah kalian?
Nusantara pernah pecah belah karena adu domba
Kompeni dengan manis membumbui setiap kata
Libas habis saja!
Tak peduli masih saudara
Demi kekuasaan yang ternyata semu belaka
Saat terpecah,
Kekuatan kita melemah,
Penjajah makin mudah menjamah,
Sadarkah kalian?
Bukan nol satu atau nol dua
Ini devide et impera!
Oleh penjajah yang entah siapa
Dan dari mana
Sekarang ini
Ada yang manggut2 menikmati tanyangan tivi
Melihat bumi pertiwi penuh emosi
"Sebentar lagi
Indonesia kuhabisi"
Gumamnya dalam hati
dss
Friday, April 26, 2019
Abortus Provokatus
Malam itu, adalah jadwal jaga malamku yang kesekian kali sebagai dokter internsip di sebuah rumah sakit swasta tipe C di kota kelahiranku. Suasana IGD tampak biasa, tidak sepi dan tidak juga crowded. Semuanya masih aman terkendali. Beberapa kali telepon IGD berdering, entah telepon dari ruangan, apotek, laboratorium, admisi, atau telepon dari Puskesmas dan Klinik yang hendak merujuk pasien ke IGD RS ini. Satu telepon berdering dengan ringtone yang cukup panjang, menandakan ini bukan dari internal RS, kemungkinan besar adalah rujukan. Benar saja, sebuah Puskesmas dari suatu daerah di kabupaten ini hendak merujuk pasien dengan kasus...
...abortus provokatus!
Yap, aborsi disengaja yang dilakukan demi meniadakan kehamilan yang tidak diinginkan. Disebut juga abortus kriminalis karena ini adalah suatu bentuk kejahatan yang juga diatur dalam KUHP, dan berhubungan dengan hilangnya nyawa seorang calon manusia. Seorang remaja putri yang masih belum genap berusia 17 tahun, belum punya KTP, dan belum punya suami, dirujuk karena perdarahan pervaginam serta tekanan darah yang tidak kunjung naik setelah dilakukan resusitasi cairan oleh petugas kesehatan di Puskesmas.
Remaja ini tiba dalam kondisi sadar penuh, bisa diajak komunikasi, mengeluhkan dadanya sesak dan nyeri di bagian perutnya. Ia belum paham bahwa nyawanya sedang terancam karena tekanan darahnya saat itu hanya terpaut di angka 50 mmHg per palpasi setelah masuk resusitasi sebanyak 2 liter cairan intravena di Puskesmas. Aku melihat kantong urin yang tersambung dengan kateter ke saluran kemih remaja ini, sudah terpasang sejak di Puskesmas dan tampak kempis, tak ada urin melainkan hanya di bagian selang. Setelah 2000 ml cuma segini? Dear, It's not a good news.
to be continued
...abortus provokatus!
Yap, aborsi disengaja yang dilakukan demi meniadakan kehamilan yang tidak diinginkan. Disebut juga abortus kriminalis karena ini adalah suatu bentuk kejahatan yang juga diatur dalam KUHP, dan berhubungan dengan hilangnya nyawa seorang calon manusia. Seorang remaja putri yang masih belum genap berusia 17 tahun, belum punya KTP, dan belum punya suami, dirujuk karena perdarahan pervaginam serta tekanan darah yang tidak kunjung naik setelah dilakukan resusitasi cairan oleh petugas kesehatan di Puskesmas.
Remaja ini tiba dalam kondisi sadar penuh, bisa diajak komunikasi, mengeluhkan dadanya sesak dan nyeri di bagian perutnya. Ia belum paham bahwa nyawanya sedang terancam karena tekanan darahnya saat itu hanya terpaut di angka 50 mmHg per palpasi setelah masuk resusitasi sebanyak 2 liter cairan intravena di Puskesmas. Aku melihat kantong urin yang tersambung dengan kateter ke saluran kemih remaja ini, sudah terpasang sejak di Puskesmas dan tampak kempis, tak ada urin melainkan hanya di bagian selang. Setelah 2000 ml cuma segini? Dear, It's not a good news.
to be continued
Wednesday, March 6, 2019
Sampai Jumpa Lagi
Kubiarkan ombak menyapa jemari kakiku, sementara jejakku terbenam di antara pasir basah. Suara kicau burung yang beradu dengan debur ombak serta riuh canda anak nelayan turut mewarnai sore itu. Kau berdiam, mematung, memandang jauh ke ujung cakrawala. Desau angin menyibakkan setiap helai rambut yang menghiasi indah wajahmu, menerpa kegelisahan yang tampak nyata di rautmu.
"Aku harus pergi", katamu setengah berbisik sambil menelan pahit yang mencekat. Tiga kata yang kau ucap barusan memecah keheningan yang sedari tadi menyelimuti kita. Aku bisa apa? Aku tetap memilih diam, mungkin sudah waktuku untuk melepaskanmu terbang bebas. Kata "Tetaplah tinggal" terdengar sebagai "Sampai jumpa lagi", meski aku tak tau, kapan jumpa itu bisa sampai terjadi lagi.
"Aku harus pergi", katamu setengah berbisik sambil menelan pahit yang mencekat. Tiga kata yang kau ucap barusan memecah keheningan yang sedari tadi menyelimuti kita. Aku bisa apa? Aku tetap memilih diam, mungkin sudah waktuku untuk melepaskanmu terbang bebas. Kata "Tetaplah tinggal" terdengar sebagai "Sampai jumpa lagi", meski aku tak tau, kapan jumpa itu bisa sampai terjadi lagi.
Monday, December 31, 2018
Last day of 2018
2018 bagiku terasa amat sangat cepat berlalu. Begitu banyak cerita, tangis, tawa, sedih, bahagia, perpisahan, dan perjumpaan yang tercipta di tahun ini. Awal tahun 2018 kental dengan aroma modul preinternship dan berbagai ujian sekolah serta kesibukan belajar bersama demi persiapan ukmppd. Mengulang 7 Maret untuk yang ke-22 kalinya dalam hidup, mengingatkanku bahwa umur tak pernah bisa mundur... Tahun ini pula aku resmi mendapat ratusan saudara kandung baru yang dilantik bersama, bersumpah bersama, dan menjadi dokter bersama. Mengemban tugas ini ternyata berat, namun inilah jalan yang sudah kami pilih dan Allah wujudkan menjadi nyata. Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku menginjakkan kaki di benua biru dan itu juga terjadi di 2018. Sebuah pengalaman tak terlupakan, menjalani puasa Ramadhan saat musim panas di Eropa yang bisa sampai 22 jam! 2018 menjadi saksi berbagai perpisahan yang berat bagiku. Tapi 2018 juga membawaku pada pertemuan-pertemuan tak terduga, yang sedikit banyak mengagetkan... 2018 membawaku kembali pada kampung halaman yang sudah enam tahun lamanya aku tinggalkan untuk merantau ke ibukota.
Terimakasih 2018, alhamdulillah resolusi awal tahun lalu sudah banyak tercentang. Saatnya menyusun resolusi baru untuk 2019. Tahun yang akan terwarnai lagi oleh beragam perpisahan dan pertemuan yang penuh misteri... Bismillahirrahmanirrahim.
Sunday, November 4, 2018
Hujan
Barangkali kita perlu meminta maaf pada hujan
Rintiknya yang sejuk kerap mendapat cacian
Sesekali berterimakasihlah padanya
Juga pada Dzat yang menjadikannya ada
Tanpanya, tanaman mengaduh
Tanpanya, nyata jadinya air mata yang jatuh
Hujan selalu menjadi teman
bagi setiap tangis dan ratapan
Hujan mampu menyembunyikan
sesuatu yang ingin tetap tersimpan
Hujan pula yang mampu menghadirkan
pahit manis setiap kenangan
Jika aku ibarat hujan
Mungkin kamu adalah bumi
Karena aku telah berulang kali
Jatuh, dan jatuh kepadamu lagi
Wednesday, October 31, 2018
Dieng Trip
27 Juli 2018
Finally, trip itu bukan hanya jadi wacana. Setelah usai perjuangan UKMPPD dan resmi menyandang gelar baru, aku dan "geng belajar" merencanakan untuk pergi jalan2 bersama. Setelah berbagai diskusi akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Wonosobo dan mengunjungi Dataran Tinggi Dieng! Sayangnya waktu itu ngga bisa fullteam, Sarah dan Hafiz baru saja pulanghoneymoon GHTL dari Lombok sementara Rendi sedang ikut PIT IPD. Bella sudah di Aceh jadi ngga bisa ikut juga. Jadilah kami hanya bersembilan. Fahmi sudah menanti di kediamannya di Wonosobo, sementara Cholis mengambil perjalanan naik bis dari Pare setelah ikut kursus bahasa di sana. Sisanya kami bertujuh: Aku Lily Elva Agnes Ami Iwan dan Aldi memesan travel dan berangkat bersama-sama dari Jakarta.
Finally, trip itu bukan hanya jadi wacana. Setelah usai perjuangan UKMPPD dan resmi menyandang gelar baru, aku dan "geng belajar" merencanakan untuk pergi jalan2 bersama. Setelah berbagai diskusi akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Wonosobo dan mengunjungi Dataran Tinggi Dieng! Sayangnya waktu itu ngga bisa fullteam, Sarah dan Hafiz baru saja pulang
![]() |
| Ceritanya kumpul di Lawson Salemba Tengah, menunggu Travel yang tak kunjung datang... |
Saturday, October 20, 2018
Internship Mode: On
Setelah penantian panjang akhirnya saat internsip itu datang juga. Kurang lebih enam bulan setelah sumpah dokter atau delapan bulan sejak resmi berhenti jadi koas dan menghadapi ujian nasional kelulusan dokter, kami pun "diberangkatkan" untuk mengabdi dan memahirkan ilmu yang sudah kami pelajari selama ini. Alhamdulillah keinginanku untuk internsip di Jember dikabulkan Allah SWT. Motivasi yang menjadikan aku rela menjadi single fighter (artinya tidak janjian dengan teman untuk memilih RS ini) saat pemilihan wahana adalah karena pertama, aku ingin kembali tinggal di rumah supaya dekat dengan orang tua, dan yang kedua adalah karena aku ingin mengamalkan ilmu yang aku dapat di kampung halamanku tercinta. Tak kusangka ada satu makhluk sealmamater yang terjebak juga di RS yang sama denganku, dialah Didi aka Dinar alias Dinarda Ulf Nadobudskaya dr., calon konsultan perinatologi dari Bekasi. Semenjak ada Didi di Jember, aura ke-ambis-an selalu ada di sekitarku, bagaikan menambah bensin di kobaran bara api...
Ini dia geng iship RS Bina Sehat Jember, PKM Puger 2018-2019:
![]() |
| Dari kanan ke kiri: Mas Nadzir, Della, Didi, Elisa, Mba Cynthia, me, n Mba Putri |
Wednesday, October 10, 2018
Mengejar Rindu
Aku masih berlari
menyusuri pasir pantai kerinduan
Butir-butir halus yang mengaduh
Dihempas ombak jarak yang selalu ada
Ingin aku berlayar
Menanggalkan semua rasa
Menanggalkan semua rasa
Mengarungi samudera jarak
Yang membentang luas di hadapan kita
Ingin aku berlabuh
Pada pesisir pantai di seberang
Tempatmu berdiri
Tempatmu bernaung
Yang membentang luas di hadapan kita
Ingin aku berlabuh
Pada pesisir pantai di seberang
Tempatmu berdiri
Tempatmu bernaung
Subscribe to:
Posts (Atom)


