Sunday, September 13, 2015

Kompilasi


"Mencari yang sempurna hanya akan membuatmu kehilangan yang terbaik" -Anonymus-

Terimakasih telah memilih untuk mencintai

Tak pernah tahu seberapa besar karang di hadapan laju kapal kita
Apakah lebih kecil atau sama atau lebih besar dari yang pernah kita lalui
Bukanlah masalah besar selama Ia tetap menjadi tempat bersandar kita berdua
Bukanlah masalah besar selama kita saling ada

13 September
Jember - Jakarta
n_n

Sunday, August 16, 2015

Liebster Award (latepost)

Setelah berbulan-bulan blog ini berdebu dan bersarang laba-laba akibat jarang dikunjungi, di Bulan Agustus ini akhirnya aku memutuskan untuk kembali membuka lembarannya, menyapu dan membersihkan semua debu ini agar bisa dibaca lagi oleh pembaca... Sampailah pada hari di mana aku mengunjungi blog-blog favoritku *bisa dilihat di kanan bawah blog ini
Ternyata sudah hampir setahun dapat tag Liebster Award dari Mbak Retno.

Monday, August 10, 2015

Malaikat Tanpa Sayap

Saat seseorang terlahir di dunia, ia tak pernah memilih untuk lahir sebagai apa, siapa, dan di mana. Apakah ia laki-laki atau perempuan, apakah ia anak pengemis atau anak pejabat, apakah ia lahir di rumah bersalin ataukah justru di toilet dan ditelantarkan ibunya karena perkara yang tak bisa masuk akal...

Kita sejatinya adalah sperma ayah dan ovum ibu kita yang berfusi, melakukan suatu reaksi, penyatuan kromosom-kromosom, pemisahan kromosom, membelah, berkembang dan hidup hingga lahir dan tumbuh lalu mati. Aku terlahir sebagai perempuan. Aku di awal tak lebih dari sperma X ayahku yang oleh Tuhan diberi kesempatan menembus barier korona radiata dan zona pellucida ovum ibuku, sementara sperma lain tidak bisa menembusnya. Ya, akulah pemenang itu.

Sebenarnya aku lebih ingin bercerita tentang masa setelah itu semua terjadi. Masa di mana aku ada di dalam surga yang begitu tenang dan nyaman. 
Masa di mana pasti semua orang yang terlahir di dunia juga pernah mengalaminya. Entah ia lahir sebagai apa, siapa, dan di mana...

Sebelum aku bisa menghirup udara gratis lewat hidungku ini, aku hidup di surga. Di surga itu, aku berenang dalam lautan yang hangat. Aku tak pernah merasa lapar sedikitpun karena makanan selalu tersedia kapanpun aku mau. Aku juga tak perlu membuang energi untuk menggerakkan otot-otot pernapasanku karena aku sudah mendapatkan suplai oksigen yang cukup, langsung ke setiap sel dalam tubuhku. Aku bisa mendengar meskipun sekelilingku gelap. Sesekali aku mendengar sayup alunan Qur'an yang indah... gemercik air,,, lagu-lagu merdu... Aku bisa merasakan getaran yang terjadi namun amat halus dan tak sedikitpun melukaiku. Aku sangat menikmatinya dan tak pernah terpikir oleh ku untuk meninggalkan surga itu. Namun, tibalah aku di suatu masa,,,,

Suatu ketika, aku merasa ada yang aneh, seperti ada yang menekanku dari sekeliling. Aku bicara pada Tuhanku apa yang sebenarnya terjadi. Kata-Nya ini adalah saatnya aku pergi ke dunia lain di luar sana. Dunia itu ada untuk mengujiku sebelum bertemu lagi dengannya nanti. Aku takut, kurasakan tekanan yang makin hebat dari sekelilingku. Begitu kuat, seperti mendorongku untuk pergi dari surga. Aku tak mau Tuhan! Aku suka di dalam surga! Biarkan aku di dalam sini!!!!! Teriakku, memohon.

Dorongan itu makin kuat dan hebat, aku pun terdorong, ada sedikit celah dan sepertinya itu satu-satunya jalanku keluar. Surga seperti sudah tak menginginkanku lagi. Dengan sulit dan terpaksa aku keluar lewat celah itu. Sakit, badanku yang besar ini harus melewati celah kecil yang begitu ketat. Aku bisa merasakan kompresi di seluruh bagian tubuhku, mulai dari kepala, hingga di dada yang membuat nafasku tercekat dan begitu sesak. Aku pun berusaha membebaskan diri dari jerat lubang kecil itu dengan menjejakkan kakiku yang tiba-tiba saja begitu kuat mendorong. Seketika itulah aku berhasil melalui celah itu. Tak tertahankan, aku langsung merasakan dingin yang menjalar di seluruh tubuhku.

Dingin, berisik, terang, kering... Dunia apa ini?! Aku tak suka. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku pun terpaksa bernapas karena aku menangis. Aku protes pada Tuhan... Ujiannya sangat berat! Aku bertanya apakah dosaku sampai aku dikeluarkan dengan paksa dari surga.. Aku tak sanggup, Tuhan!!! Aku terus menangis, berteriak, hingga akupun merasa lapar. Di dunia ini tak seperti di surga yang selalu ada makanan dan membuat perutku selalu kenyang. Aku pun semakin menangis karena lapar...

Di tengah kekacauanku saat itu, aku justru mendengar suara tawa dan sedikit isak tangis. Sambil mengerjapkan kedua mataku yang silau terkena cahaya, aku bisa merasakan kehadiran makhluk lain di sekitarku. Aku belum bisa melihat dengan jelas. Sekelebat setelah itu, dengan tangisku yang masih menderu memenuhi tempat itu, aku merasakan tubuhku terangkat oleh sesuatu. Rasanya seperti tangan makhluk itu menyentuhku dengan lembut, meletakkanku tengkurap di atas permukaan yang begitu lembut dan hangat. Ku dengar suara adzan di telingaku, dilantunkan begitu indah dengan selingan tarik napas yang sedikit terisak. Aku pun menghentikan tangisku, aku mencoba mempelajari apa yang tengah terjadi dan di mana aku saat itu. Rupanya di situlah aku bisa mulai menggunakan mulutku, yang secara refleks involunter mencari sesuatu yang bisa ku makan. Di saat itulah aku mulai minum dan mengisi perutku. Aku berterimakasih pada Tuhan karena aku bisa terhindar dari kelaparan ini dan merasakan setidaknya rasa hangat menyelimuti tubuhku. Aku butuh waktu cukup lama hingga tersadar bahwa aku tengah ada di atas tubuh makhluk Tuhan yang tengah mendekapku. Mengelus kepala hingga badan dan jemariku. Yang aku kagetkan adalah ternyata ia yang barusaja memberiku makanan hingga aku kenyang.

Dengan mataku yang masih baru bisa melihat di jarak 30 cm aku mencoba mencari tahu siapakah ia, makhluk yang punya bentuk tubuh sama sepertiku tapi ukurannya jauh lebih besar. Ku lihat parasnya, ia cantik sekali dengan sejuta senyum di wajahnya itu. Ya Tuhan inikah malaikat penjagaku di dunia ini? Begitu elok bahkan lebih cantik dari malaikat yang pernah kutemui di surga. Malaikatku menciumku, mengelusku dengan penuh kasih sayang. Seketika sedihku hilang berganti senang dan nyaman yang kurasakan juga di hari-hariku yang berikutnya. Aku senang malaikatku selalu bersamaku, menjagaku, mengajakku berbicara, memberiku makan, memandikanku... Sungguh Ya Tuhan, nikmatmu begitu besar... Untuk kali ini, bolehkah aku meminta satu hal lagi, aku ingin bisa berbicara padanya ya Tuhan, agar bisa kusampaikan sajakku yang satu ini untuk malaikatku yang begitu patuh padamu untuk menjagaku dengan baik...

Wahai malaikatku
Tuhan begitu baik telah mengirimkan engkau untukku
Di dunia yang begitu mengerikan ini
Aku senang bisa bersamamu
Kau selalu melindungiku dan menjauhkanku dari segala bahaya
Kau mengajariku cara berterimakasih kepada Tuhan,
cara mengingat-Nya, cara untuk bertemu dengan-Nya
Wahai malaikatku
Apakah aku akan tumbuh sebesar dirimu?
Apakah kelak aku juga bisa sepertimu?
Menjadi malaikat untuk makhluk kecil lain yang baru datang ke dunia
Wahai malaikatku
Aku pernah memprotes Tuhan karena Ia mengeluarkanku dari surga-Nya
Tapi kini aku tau itu adalah hal terbaik karena aku bisa bertemu denganmu di dunia ini
Wahai malaikatku
Terimakasih banyak atas kesediaanmu menjadi malaikatku
Tentu aku tak akan bisa membalas kebaikanmu meski segiat apapun aku berusaha
Tapi aku bisa meminta Tuhan untuk memberikan balasan terbaik untukmu
Aku akan berdoa pada-Nya
Aku akan memintakan kebahagiaan untukmu
Dan aku yakin Ia adalah Tuhan yang menyayangi makhluk-Nya
Ia akan mengabulkan doaku untukmu
Wahai malaikat tanpa sayap-ku

Thursday, January 1, 2015

2015#

Bismillah...

1# skripsi selesai, sidang!
2# IP n IPK naik :)
3# kompetisi: imo, traditional dance imarc liga medika, inamsc n penulisan ilmiah lainnya
4# operator sirkumsisi
5# hidup teratur, perbaikan manajemen dan komunikasi
6# 60 kg! ideal, stabil
7# 6th anniv (september)
8# rajin baca n nulis :)

Amin....

Sunday, October 19, 2014

Dear God

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love
Purpose hard to find
While I recall all the words you spoke to me
Can't help but wish that I was there
Back where I'd love to be, oh yeah

Dear God the only thing I ask of you
Is to hold her when I'm not around
When I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again, oh no
Once again

There's nothing here for me on this barren road
There's no one here while the city sleeps
And all the shops are closed
Can't help but think of the times I've had with you
Pictures and some memories will have to help me through, oh yeah

Some search, never finding a way
Before long, they waste away
I found you, something told me to stay
I gave in, to selfish ways
And how I miss someone to hold
When hope begins to fade...

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love
Hope is hard to find

-Avenged Sevenfold-

Tuesday, October 7, 2014

GG, my new family

Hidup di perantauan memang tak mudah,
Hal yang biasa dilakukan bersama keluarga kini harus dihadapi sendiri...
Hari-hari yang penuh dengan kasih sayang dan dukungan dari keluarga, kini hanya sebatas berhubungan via telepon atau media telekomunikasi lainnya.
Jadi mahasiswa FK juga ngga kalah sulitnya...
Kuliah padat, praktikum beserta pretest/post test/laporannya, diskusi dan pleno beserta catatan diskusi, LTM, ppt, dan mindmapnya, kkd beserta oscenya, dan sederet ujian yang biasanya 3 minggu sekali, harus mau tak mau dihadapi.
Apalagi digabung, mahasiswa FK rantauan...
Alhamdulillah aku ngga sendiri,
di saat Kampus FKUI Salemba yang penuh sejarah itu telah runtuh menjadi puing-puing bangunan, aku harus migrasi ke Kampus UI Depok dan tentunya mencari tempat tinggal (baca: kos kosan.red) baru. Di tempat tinggal baru ini, yang tentu saja berdomisili di Depok, aku juga punya keluarga baru. Teman-teman senasib sepenanggungan, cewe-cewe rantau yang ingin jadi dokter lulusan UI. Yak sebenarnya kali ini aku hanya ingin memperkenalkan mereka, sahabat, saudara, sejawatku, yang mewarnai hidupku di Depok ini... Dan, inilah kami : GG Ghefa Girls, Gadis Ghefa, or apapun lah sebutannya ...

GG (dari kiri atas ke kanan): Ami (Luh Gede), Ridha, Zahro, Ami (Bestari), Nana, Nita, Sarah, Agnes, (dari kiri bawah ke kanan) Ichel, Cicih, Lily, Ulin, Bella, Yossy. 7 Oktober 2014 di Kamar Nita, menjelang ujian Sumatif 2 Modul Metabolik Endokrin

Kosan Ghefa, itulah tempat tinggal kami di Depok. Rumah kos minimalis yang menjadi tempat kita beristirahat, belajar, bercanda, curhat, dan sebagainya. Dan, inilah saatnya perkenalan...

Saturday, September 13, 2014

13 September 2014

It was 5 years ago,
the day we met and know each other.
Now,
we are apart.
But, the most important thing is
we'll never feel alone

Thanks for the gift :)


Depok, 2014 September 13

Monday, July 28, 2014

Assalamu'alaykum

Sudah lama sekali sapuan kata-kata ngga' muncul di blog ini
Saatnya bersih2 'spiderweb' dan debu2 yang menyelimuti

Sebelumnya... izinkan saya mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H
Minal aidin wal faidzin
Mohon maaf lahir dan batin

Semoga amal ibadah kita selama Ramadhan diterima Allah,
dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik dari hari kemarin :)

Sampai jumpa di postingan selanjutnya!


-Nita
di Jember-

Thursday, June 19, 2014

My Sisters ^^

Ini tentang aku dan sister-sisterku, cewe2 koskosan yang senasib sepenanggungan denganku
Kami adalah pasukan arek '2012 yang punya rumah jauh dari Jakarta
Jauh dari keluarga, jauh dari pacar *untuk sebagian*, pokoknya jauh dari kampung halaman
Kami dipersatukan di sini, di kos Bu Devi di Jalan Paseban

Sebagai sesama anak kos, kami punya rasa sebangsa, setanah air, dan setumpah darah *tes sumpah pemuda
Intinya, kami saling memiliki, menjadi saudara, dan saling mengisi atas kekosongan yang terjadi sejak kami tinggal di Jakarta dan jauh dari keluarga untuk menimba ilmu di pusat kota ini.

Mereka adalah :
Nissha Audina aka Nissha si sporty dari Qatar asli Aceh
Fathia Nabilla aka Bella si 'tangguh' dari Aceh asli Banda Aceh
Agnesstacia Vania Lumintang aka Tacia si malaikat dari Palu asli Manado
Luh Gede Laksmi Rahayu Handayani aka Mami si pecinta Doraemon dari Banjarbaru asli Bali
Lily Raudah Putri Lubis aka Lily si mager dari Medan asli Medan
Dwi Sumartiningsih aka Cicih si cetar dari Lombok asli Banyuwangi
dan Aku aka Nita, si pecinta kucing dari Jember asli Jember juga hehe

Nissha,
Aku ingat betul, awal masuk dulu Nissha belum fasih Bahasa Indonesia :' tapi dia adalah cewe periang yang semangat belajarnya tinggi. Dia punya banyak teman dan energik bangeeet dah... <3 Suka deh sama Nissha... Sayangnya sekarang Nissha udah nggak tinggal di sini lagi... :'''' ({}) Kamar Nissha di nomor 10 yang letaknya paling depan itu sekarang ditempati oleh Bella. Kamar pink satu-satunya yang punya jendela hadap keluar kosan itu selalu diisi oleh orang Aceh.

Bella,
Bella adalah yang terakhir masuk geng kosan kami, dia agaknya sedikit imunosupresan deh, ketetesan air hujan sudah cukup membuatnya sakit... makan mie instan juga sudah cukup bikin dia sakit perut sejadijadinya. Tapi bella itu strong ngga suka ngeluh, dan dia tetep tangguh dan tersenyum dikala badai menerpa kehidupannya.. keep strong bella...

Agnes,
Agnes itu kayak malaikat *padahal belum tau juga malaikat kayak apa*, suaranya menyejukkan, nggak pernah marah, nggak pernah musuhin orang, ngga tega buat dijahatin, tapi lama-lama kami jadi suka nggodain biar agnes marah :D tapi belum berhasil sampai sekarang >,<' Agnes itu mantan Paskibraka Provinsi loh waktu SMA :o kece badai dah... Sekarang dia aktif di Persatuan Oikumene FKUI, aktivis PO sebutannya :D

Ami,
Suka banget sama Jepang, nggak ngerti lagi dah... Fans berat doraemon, tiap makan harus sambil nonton doraemon. Paling 'strik' sama makanaaan, kosan sepi tanpanya, karena dialah yang kerap berteriak meneriakkan suara mahasiswa *eh, maksudnya berteriak kegirangan, tentang apapun hahaha. Ami sekarang jadi pejabat loh, dia adalah Ketua Badan Rohani Hindu di FKUI wuuuw, kurang keren apa cobak ni mami.. Dia adalah mami kami yang tersayang...

Lily,
Fashionista! cuantik tapi mager ngga ketulungan,. punya perasaan terpendam yang tak kunjung diakuinya *padahal semua anak kosan sudah tau, dan sering ngebully lily karena dia ngga mau ngaku! haha *jahatnya kita... nah, Lily ini suka banget nyanyi2 di kosan, yah menghibur lah ya :p Dia rajin sekali, sama kayak agnes... hoho, anak LPP siiih... jelas

Cicih,
cerewet berisik suka ngambek n ngeluh. Ukhti yg satu ini perhatian bet saama temen, tapi minta diperhatiin juga... sekarang dia punya jabatan juga loh, jadi ketua Deputi di FSI.. subhanallah... ukhti2... orangnya supel n dengan senang hati membantu teman2 ckck :)

nah, mereka inilah teman2 yang serumah sama aku selama aku di Jakarta :'
yang menemaniku dikala sedih dan senang
yang menjadi keluarga sekaligus sahabat...
>:D<

I Love You sisters :*


Sunday, June 1, 2014

Rhinosinusitis, Jangan asal antibiotik!

Mau share info, semoga bermanfaat :)

Sinusitis diartikan sebagai radang pada sinus paranasal. Akan tetapi, istilah yang kini lebih sering digunakan adalah rhinosinusitis karena sinus berhubungan erat dengan rongga nasal dan setiap radang sinus hampir selalu diiringi oleh radang pada rongga nasal.1 Rhinosinusitis adalah radang pada dinding mukosa nasal dan sinus paranasal. Rhinosinusitis dikatakan akut apabila gejala ada tidak lebih dari 4 minggu. Jika keluhannya berulang 3 kali atau lebih dalam 1 tahun maka disebut rekuren.2 Penyebabnya bisa beragam, antara lain: alergen, iritan, infeksi virus, bakteri, atau jamur. Di antara berbagai penyebab tersebut, yang paling sering menyebabkan rhinosinusitis adalah infeksi virus, yaitu mencapai 90%-98% kasus. Sedangkan, infeksi bakteri diperkirakan hanya menyebabkan 2%-10% kasus. Ada juga infeksi virus yang kemudian menyebabkan terjadinya infeksi sekunder oleh bakteri dengan prevalensi 0,5%-2% pada dewasa dan 5% di anak.1,2

Melihat kemungkinan penyebab bakteri yang cukup kecil dibandingkan virus, muncul kekhawatiran adanya kesalahan dalam pemberian antimikroba sebagai terapi rhinosinusitis. Tidak jarang ditemukan seorang pasien yang berobat ke dokter dengan keluhan batuk dan hidung tersumbat akan diberi obat antibiotik. Padahal nyatanya, 70% pasien rhinosinusitis akut membaik dengan sendirinya dalam suatu penelitian placebo-controlled randomized clinical trials.3 Yang ditakutkan dari penggunaan antibiotik yang kurang rasional ini adalah timbulnya resistensi mikroba terhadap antibiotik yang ada saat ini menjadikan pengeradikasian mikroba tersebut akan semakin sulit di masa yang akan datang.